content='noindex' name='robots'/>

Olahraga Apa yang Saya suka?

sayawrt, olahraga catur, asiangames, rifkitaufik, wisatapangalengan

Sayawrt.com - halo hai... gimana nih? masih menunggu tulisan Saya yang terbaru atau tidak? apa? tidak.. hemm.. tenang kali ini Saya cuma mau cerita aja kok, bukan cerita berat yang sulit dipahami.

kamu tentunya suka banget olahraga ya kan? dan pasti kamu juga punya olahraga favorit yang kamu tekuni terus dan pokoknya paling favorit deh dari semua olahraga, entah itu olahraga fisik ataupun pikiran dan mental, emang ada ya? ada dong. coba sebutin dikolom komentar kamu suka olahraga apa aja. ditunggu ya komentarnya.

nah, sekarang giliran Saya cerita nih, jadi gini. dari kecil itu Saya memang jarang sekali olahraga seperti anak-anak yang lain, ya paling kalau mau keringetan hanya main saja, lari-lari kesana-kemari. karena waktu kecil teman Saya tidak terlalu banyak, bisa disebut Saya jarang main keluar rumah. jadi kalau anak seumuran Saya saat itu suka sekali main sepak bola, paling Saya hanya menonton. 

singkat waktu, ketika sudah masuk MI tau kan ya.. madrasah ibtidaiyah. dikelas ada pelajaran olahraga, kadang praktik dan kadang juga teori. tapi lebih banyak ke praktik sih, ya karena kami semua masih anak-anak dan pasti dong kalau diberikan pilihan mau di dalam kelas atau di luar kelas kami lebih memilih di luar kelas karena bisa sambil bermain.

semua teman Saya olahraga, dan semuanya olahraga sepakbola. entah kenapa, Saya sendiri tidak pernah olahraga itu, kecuali jika dipaksa dan jika mau ujian praktik saja. hehe. tapi pada saat itu memang pikiran Saya tidak mau, pada saat di kelas 4 MI Saya baru tahu apa olahraga kesukaan Saya. kamu mau tahu? ya ini permainan orang dewasa, terutama Bapak-bapak di pos ronda, pasti sering bermain ini, ya Catur. kenapa harus catur?

sejak kelas 1 MI, kalau tidak salah masih kelas 1 MI lho ya, Saya suka menonton Bapak Saya main catur. dan Saya melihatnya saja sudah tertarik, masih belum paham bagaimana cara bermainnya karena Saya suka hanya melihat bentuk papan dan buah caturnya saja yang Saya anggap unik karena ada bentuk kudanya. setelah itu Saya diajari langsung oleh Bapak Saya. rupanya Saya cepat paham dan bisa bermain langsung melawan lawan Bapak Saya, ya walaupun masih latihan dan terus kalah. ternyata catur itu logika. Saya memahami dengan cara melihat, strategi apa ini dan itu. sehingga semakin kedepan Saya perlahan paham.

ya tentu dong, semakin berjalan waktu Saya semakin paham dengan permainan itu. terbukti di kelas 5 MI Saya pernah mewakili sekolah untuk lomba catur tingkat kecamatan. hemm.. tapi masih tahap awal. Saya sudah kalah, karena terlalu berambisi dengan jalan langsung 2 bidak (2 kotak). dan tentulah Saya kalah.

tapi mungkin kamu bertanya apakah ada olahraga lain yang Saya suka. ya tentu ada, tapi Saya tidak terlalu hobi. yaitu badminton. Saya tidak selalu intens bermain badminton. Saya bermain jika diajak saja, jika tidak diajak ya Saya tidak main. 

Cerita Seru ke Bandung naik kereta Argo Parahyangan #2

sayawrt, rifkitaufik, pangalengan, bandung wisata, wisatapangalengan

Sayawrt.com - oke dan sekarang Saya lanjut lagi ceritanya, dan setelah Saya menunggu sekitar 1 jam lebih, akhirnya jam 17.45 kereta Argo Parahyangan datang juga dari arah selatan.. hemm.. ketika pertama datang keretanya memang terlihat biasa saja, ya maklum karena Saya naik kelas ekonomi premium. jadi walaupun ekonomi tapi tidak berhadap-hadapan ketika duduk.

setelah dikereta pun Saya masih ragu, sempat menanyakan juga ke orang yang akan duduk disebelah Saya, apakah kursi ini benar dengan yang ada di tiket.. dan ya. benar. hehe, pada saat itu Saya masih terlihat bingung. namun Saya mengambil kesimpulan, bahwa jangan segan untuk bertanya. jika tidak bertanya. maka sesatlah Saya

dan setelah di kereta karena Saya berangkat maghrib dan akan tiba di bandung sekitar jam 21.15, Saya sempat melihat interior kereta yang menurut Saya cukup elegan dan berkelas walaupun hanya ekonomi, Saya tidak tahu apakah di kereta lain yang menuju ke Jawa sama seperti ini atau tidak.

tidak banyak yang Saya lakukan ketika perjalanan, karena lampu di gerbong menyala dengan terang dan Saya sulit untuk melihat keluar karena pantulan cahaya tersebut. tapi, karena Saya duduk didekat jendela dan alhamdulillah, dapat jendela yang besar, terkadang Saya melihat keluar dengan dibantu tangan untuk melihat. ketika kereta melewati bekasi dan seterusnya masih agak ramai ya, masih ada  yang bisa lihat.

sepertinya cerita diperjalanan selama naik kereta tidak terlalu banyak, oh iya. awalnya Saya juga ingin mengabadikan perjalanan itu dengan smartphone Saya namun karena banyak kekurangannya, dan juga tidak mendukung untuk membuat vlog perjalanan. jadi Saya hanya iseng merekam saja. kalau banyak kan lumayan bisa stok footage video selanjutnya.

dan, jam 21.15 Saya sudah sampai di stasiun Bandung. stasiun utama kelas 1 dan masih ramai sekali. namun Saya bingung, karena tidak ada transportasi ke daerah Saya di Pangalengan jika sudah menjelang malam begini, akhirnya Saya memutuskan untuk menginap saja di mushola stasiun, dan memang biasanya orang-orang yang menginap pasti ke mushola, karena banyak dari mereka  membawa barang yang harus diamankan ketika ditinggal tidur, begitu juga Saya.

namun sebelum ke mushola, Saya membeli beberapa makanan dan camilan serta kopi, rasanya perut ini lapar karena 3 jam perjalanan. Saya sempatkan untuk melihat-lihat dan duduk istirahat di dalam stasiun sambil melihat kereta lewat, tidak lupa ada musisi jalanan yang menghibur menyanyikan lagu lawas yang menambah suasana malam itu menjadi lebih sejuk, tenang, dan tentunya dingin karena habis hujan juga, hehe.

setelah itu, Saya ke mushola dan tidur, sampai shubuh. wah.. enak rasanya, nyenyak sekali. oke deh.

(setelah shubuh)

oke, tadi kegiatan di masjid sudah, sekarang waktu masih pagi sekali. iseng-iseng Saya jalan mencari ind*****t, karena tempat makan disini tidak sesuai dengan kantong Saya, makannya Saya cari yang murah dan gak bikin kantong jebol juga dong. Saya cicipi kopi creamy late yang ada di Indo.... kok tidak manis ya.. hemm ternyata, belum dikasih gula. hehe..jadi malu sendiri.

waktu sudah mau jam 6 pagi, Saya jalan kaki keluar stasiun, mencari Bus Damri yang biasanya langsung ke terminal leuwi.panjang. dan dapat juga, naik. Saya penumpang pertama di hari itu, iyalah.. kan Saya naik langsung dari pool bisnya. .. mantap.

[cerita selesai]

Cerita Seru ke Bandung naik kereta Argo Parahyangan

sayawrt, argo parahyangan, bandung, rifkitaufik

Sayawrt.com - Halo.. halo bertemu lagi nih diartikel terbaru SayaWRT. sudah lama sekali Saya tidak menulis dan mengisi artikel di blog ini. Saya harap kita semua baik-baik saja dan mendapatkan apa yang kita harapakan ya.. Aamiin.

oke, disini Saya mau cerita nih tentang perjalanan Saya ke Bandung naik kereta api Argo Parahyangan yang luar biasa seru dan keren.. hehe.. Saya bilang begitu karena baru sekali ini naik kereta ketika pulang ke Bandung. sebenarnya Saya sudah lama sekali mau naik kereta kalau pulang ke Bandung. tapi baru kesampaian kemarin ketika nikahan adik Saya tanggal 11 November. 

pertama, Saya tentu dong cari tiket jauh-jauh hari supaya gak full booked.. dan biar lebih lega juga kalau sudah punya tiketnya, oh iya pemesanan tiket kereta Saya lakukan dibulan sebelumnya, ya kira-kira 2 pekan sebelum keberangkatan. dan Saya memilih stasiun Gambir sebagai keberangkatan awal.. sayang sekali ya, padahal Saya tinggal di Bogor. namun tidak ada kereta dari Bogor ke Bandung secara langsung, karena jalurnya hanya ke Jakarta, Pasar Senen dan Gambir. tapi tidak apa-apa sekalian jalan-jalan juga naik Commuter Line.. hehe.

dari lokasi Saya ke Gambir naik kereta juga lho, seru kan.. jadi gini nih. Saya kan tinggal di daerah Cigombong Bogor. disini juga ada stasiun Cigombong dengan rute perjalanan Bogor - Sukabumi, dan melewati stasiun Cigombong ini, dan Saya berangkat hari Jumat siang dari stasiun Cigombong menuju Stasiun Bogor Paledang, yang jaraknya 100m ke Stasiun Bogor 2. yaitu yang melayani kereta Commuter Line. daripada Saya naik angkot lewat Ciawi yang macetnya lumayan parah.

dan sampai Stasiun Bogor Paledang jam 12.45 siang, dan akhirnya Saya tidak melaksanakan shalat jumat pada saat itu, agak risih juga sih. karena biasanya Saya tidak pernah melakukan perjalanan pada hari dimana didalamnya sakral, hehe.. semacam jumat.

setelah sampai di stasiun Bogor Paledang, Saya jalan kaki dan nyebrang jalan menuju ke stasiun Bogor 2. ini adalah stasiun kelas utama di Bogor yang super ramai dan sibuk. alhamdulillah, ada kereta jurusan Jakarta Kota yang akan berangkat, jadi Saya tidak perlu menunggu lama untuk berangkat. kalau dari lamanya perjalanan maka dari Stasiun Bogor ke Stasiun Gondangdia akan memakan waktu kurang lebih 1 jam. jadi Saya sudah punya prediksi. karena sebelumnya pasang aplikasi KRL Acces. jadi bisa tahu jadwal keberangkatan kereta pada hari itu juga.

selama diperjalanan menuju stasiun Gondangdia, eh kok ke Gondangdia sih? iya dong, kan kereta Commuter tidak berhenti di Stasiun Gambir, malah terus ke Juanda. jadi salah satu caranya adalah turun di Gondangdia dan jalan kaki deh (kalau mau olahraga) dan dengan jarak 1km ke Stasiun Gambir yang penuh tantangan karena harus nyebrang jalan yang begitu lebar dan panas terik matahari yang menyengat, sampai juga di Stasiun Gambir.

Saya sampai di Stasiun Gambir itu sekitar jam 3 sore, dan masih ada waktu untuk istirahat, sholat dan makan. karena Saya berangkat jam 6 sore pas ketika adzan maghrib berkumandang. lagi-lagi Saya harus jalan diwaktu shalat, karena tadi pas berangkat juga bertepatan dengan waktu shalat jumat. hemm

Saya lanjut ke Cerita bagian 2 ya... tunggu artikel selanjutnya.



More »
More »