Kenapa Saya ngopi dan apa alasannya?

sayawrt, apakah kamu suka ngopi, kinds of cancer

Apakah Kamu suka ngopi? Dan apa alasannya?

Sayawrt.com - Tidak bisa dipungkiri lagi, jika ngopi adalah tradisi turun-temurun yang tidak termakan zaman. Jika Saya ceritakan awal mula Saya ngopi, sudah dari usia 7 tahun Saya ngopi, namun pada saat itu tentu dong hanya ikut menyeruput kopi orang tua saja, hehe.

Oh iya, ketika masa kecil dulu Saya tinggal di daerah Malingping, Banten. Dan mulai ingat dengan alur kehidupan tahun 2001, dari situ Saya sudah mengenal dengan baik kebiasaan apa yang Saya lakukan, tentang permainan, dan pertemanan.

Kebiasaan Saya yang suka ngopi ini akhirnya menjadi kebiasaan yang biasa, artinya Saya sudah biasa ngopi sewaktu kecil. Bukan kekolotan, namun sudah menjadi candu. Kok berbeda dengan anak seumuran lainya ya? Yang minum susu?, eitss. Tidak juga minum kopi. Saya ini orangnya ngegabres. Jadi kalau ada makanan atau minuman apapun pasti habis, atau gembul.

Sampai saat sekolah dan sampai sekarang Saya masih tetap ngopi, malah sekarang bisa lebih parah lagi. Karena kalau tidak ngopi dalam beberapa waktu kepala Saya bisa migrain. Duh, jadi penyakit dong? Saya pikir tidak, itu karena Saya belum bisa berhenti saja, hehe.

Pilih kopi hitam atau kopi dengan variasi lain?

Jujur, Saya lebih suka kopi hitam yang pekat, daripada kopi dicampur susu, krim, atau seperti yang di Kafe-kafe. Kenapa? Bukannya lebih enak?, iya memang enak dan tidak sepenuhnya tidak suka, namun karena Saya lebih suka kopi hitam. Dan saat Saya masih kecil juga lebih suka kopi hitam dengan merk legend seperti kopi cap keong, kopi cap kupu-kupu, dan kopi cap walet. Yang benar-benar kopi asli tanpa bahan pengawet dan rasanya luar biasa.

Oh iya, mengenai rasa kopi. Karena Saya seorang penikmat kopi bukan hanya peminum. Tidak sah jika tidak bisa membedakan mana kopi yang berkualitas dan yang tidak. Jika Kamu minum kopi hanya ikut-ikutan dan mengikuti trend saja. Maka Kamu belum termasuk penikmat kopi sejati.

Apa Kamu pernah nonton film “Filosofi Kopi”, Saya paling suka ketika adegan-adegan Ben (Chicco Jerikho) meracik kopi dengan lembut, menghirup aromanya, dan menyeruput dengan damai (gawat, Saya mulai ngaco nih). Seperti itulah Saya, namun tidak setiap mau bikin kopi. Bisa pegel dong, hehe.

Sekarang, ngopi itu identik dengan anak muda yang sedang nongkrong di kafe. Sudah biasa dan tidak perlu takut dicap sebagai kekolotan. Cobalah jika belum mencoba, karena banyak varian kopi jika Kamu tidak suka kopi hitam.


EmoticonEmoticon