content='noindex' name='robots'/>

Kenapa Saya ngopi dan apa alasannya?

sayawrt, apakah kamu suka ngopi, kinds of cancer

Apakah Kamu suka ngopi? Dan apa alasannya?

Sayawrt.com - Tidak bisa dipungkiri lagi, jika ngopi adalah tradisi turun-temurun yang tidak termakan zaman. Jika Saya ceritakan awal mula Saya ngopi, sudah dari usia 7 tahun Saya ngopi, namun pada saat itu tentu dong hanya ikut menyeruput kopi orang tua saja, hehe.

Oh iya, ketika masa kecil dulu Saya tinggal di daerah Malingping, Banten. Dan mulai ingat dengan alur kehidupan tahun 2001, dari situ Saya sudah mengenal dengan baik kebiasaan apa yang Saya lakukan, tentang permainan, dan pertemanan.

Kebiasaan Saya yang suka ngopi ini akhirnya menjadi kebiasaan yang biasa, artinya Saya sudah biasa ngopi sewaktu kecil. Bukan kekolotan, namun sudah menjadi candu. Kok berbeda dengan anak seumuran lainya ya? Yang minum susu?, eitss. Tidak juga minum kopi. Saya ini orangnya ngegabres. Jadi kalau ada makanan atau minuman apapun pasti habis, atau gembul.

Sampai saat sekolah dan sampai sekarang Saya masih tetap ngopi, malah sekarang bisa lebih parah lagi. Karena kalau tidak ngopi dalam beberapa waktu kepala Saya bisa migrain. Duh, jadi penyakit dong? Saya pikir tidak, itu karena Saya belum bisa berhenti saja, hehe.

Pilih kopi hitam atau kopi dengan variasi lain?

Jujur, Saya lebih suka kopi hitam yang pekat, daripada kopi dicampur susu, krim, atau seperti yang di Kafe-kafe. Kenapa? Bukannya lebih enak?, iya memang enak dan tidak sepenuhnya tidak suka, namun karena Saya lebih suka kopi hitam. Dan saat Saya masih kecil juga lebih suka kopi hitam dengan merk legend seperti kopi cap keong, kopi cap kupu-kupu, dan kopi cap walet. Yang benar-benar kopi asli tanpa bahan pengawet dan rasanya luar biasa.

Oh iya, mengenai rasa kopi. Karena Saya seorang penikmat kopi bukan hanya peminum. Tidak sah jika tidak bisa membedakan mana kopi yang berkualitas dan yang tidak. Jika Kamu minum kopi hanya ikut-ikutan dan mengikuti trend saja. Maka Kamu belum termasuk penikmat kopi sejati.

Apa Kamu pernah nonton film “Filosofi Kopi”, Saya paling suka ketika adegan-adegan Ben (Chicco Jerikho) meracik kopi dengan lembut, menghirup aromanya, dan menyeruput dengan damai (gawat, Saya mulai ngaco nih). Seperti itulah Saya, namun tidak setiap mau bikin kopi. Bisa pegel dong, hehe.

Sekarang, ngopi itu identik dengan anak muda yang sedang nongkrong di kafe. Sudah biasa dan tidak perlu takut dicap sebagai kekolotan. Cobalah jika belum mencoba, karena banyak varian kopi jika Kamu tidak suka kopi hitam.

Akhirnya, Saya tidak mudik lebaran

sayawrt, kinds of cancer, pangalengan bandung

Sayawrt.com - Hei, sudah mau lebaran aja nih, lebaran tahun 1439H. tapi gak kerasa juga yah. 29 hari sudah kita lalui. Apa sih pencapaian terbesar kamu padaramadhan tahun ini? Ngaji kah? Khatamin Al-Qur’an kah?.. so, pasti semua ada pencapaian terbesar dong. Apalagi buat anak pesantren, banyak banget
pencapaian yang harus dicapai. Salah satunya yang paling dicari itu malam lailatul qadar. Yupss.. malam yang tidak bisa ditebak dan kita hanya tahu dari tanggal ganjilnya aja.

Oke, tapi bahasan Saya disini bukan itu kok, tapi soal mudik. Kenapa sih lebaran harus mudik? Hehe, kalo Saya bilang lebaran gak harus mudik pasti banyak yang kontra nih. Makannya Saya kasih sedikit cerita aja ya. Lebaran di pesantren identik dengan kebersamaan dan kekompakan. Biasanya ada program khusus yang harus diikuti oleh santri senior yaitu mengikuti berbagai kegiatan sampai lebaran di pesantren, jadi santri senior ini harus menetap di pesantren sampai beberapa hari syawal, dan pulang ke rumah.

Tapi bukan itu juga yang mau Saya bahas, hehe.. terus apa dong. Kok bukan itu terus ya. Jadi, lebaran itu identik dengan mudik atau pulang kampung. Nah, bukan Cuma mudik aja tapi sebagai waktu liburan juga, pernah gak sih kita berpikir kenapa hari raya idul fitri itu jadi hari raya libur paling panjang diantara hari raya yang lain.

Saya sendiri merayakan lebaran di rumah itu tidak sering, paling selang-seling lebaran di bandung dan bogor. Karena untuk keluarga Saya lebaran tidak harus berkumpul saat itu juga, jadi tidak sakral banget seperti yang lain, tahun ini saja Saya lebaran di bogor dan tidak pulang kampung.

Jadi kamu tipe yang mana nih, apakah lebaran pulang kampung atau jarang pulang kampung?, Saya rasa pasti kamu yang pulang kampung ya. Tapi berbeda kondisi antara pekerja dan mahasiswa. Kalau mahasiswa mungkin sejauh mungkin perantauan pasti pulang kampung juga, karena gak mungkin sendiri di kota lain.

Akhirnya ikut General Training Asian Games

relawan asian games

Sayawrt.com - Emm, akhirnya sudah sampai di lokasi buat General Training dan Saya masih waswas nih apakah masih bisa ikutan buat trainingnya apa gak. Hemm..


Oke, Saya ketemu juga dengan panitia pas banget di depan ruangan test, tadinya pas datang ke UMJ Saya kira lokasi buat test itu di depan tapi, perkiraan Saya salah. Saya harus jalan kaki lagi ke dalam kampus dan lokasinya seperti diujung gitu, gedung FISIP tepatnya. Apalagi tanggal 31 mei itu sudah puasa, plus haus deh. Hehe.


Setelah di depan ruangan Saya Tanya ke panitia penyelenggara, apakah Saya masih bisa buat ikutan General Training ini. Dan Saya dapat jawabannya, tapi ya begitulah. Kalau telat gimana sih, apalagi Saya telat hampir 2 jam lho. Wah, sempat kecewa dan harusnya mereka tahu kalau Saya telat itu karena gak dapet e-mail lokasi dari mereka juga. Duh, kalau gini Saya yang jadi korban dari prosedur itu. Walaupun ada aturan hukum yang harus ditaati.


Oke, Saya bisa ikut buat General Training dengan konsekuensi Saya tidak akan mendapatkan sertifikat General Training dan tidak menjadi prioritas volunteer. So, Saya kaget dan berpikir kenapa konsekuensinya harus seperti itu. Seharusnya jika peserta datang untuk mengikuti training walaupun
terlambat itu sudah membuktikan jika mereka siap dan berniat menjadi volunteer, tapi kenapa harus menerima konsekuensi tidak menjadi prioritas menjadi volunteer, yang mana artinya ini merugikan.


Bayangkan dong, sudah semangat ikut psikotest, dan NOR. Tapi pas datang terlambat saja ke General Training langsung menerima konsekuensi seperti itu, itu menurut Saya akan langsung menurunkan semangat para calon volunteer dikemudian hari. Karena mereka tahu tidak menjadi prioritas untuk menjadi volunteer.


Oke sudah cukup, point diatas Saya rasa sudah beres. Dan Saya menerima. Kembali lagi ke ruangan General Training, dikarenakan Saya telat datang dan hampir tidak bisa mengikuti materi pertama tentang “etiket”, akhirnya Saya diijinkan masuk dan mengikuti materi pertama hanya sekitar 5 menit, setelah itu selesai dan berganti materi lagi.

Oke, Saya dapat bingkisan di General Training ini. Ada bag, buku materi, name tag, pulpen, dan pin General Training. Tapi Saya tidak dapat sertifikat karena konsekuensi Saya telat.


Pada materi kedua ini tentang “pariwisata dan budaya”, yang mana lebih membahas ke pariwisata di daerah Jakarta saja serta isi materinya pun membahas tentang kota Jakarta. Hal ini karena para volunteer bukan berasal dari kota Jakarta saja, sehingga mereka harus mengetahui seluk-beluk kota
Jakarta sekaligus ibukota Negara Indonesia untuk kedepannya. Jangan sampai ditanya tentang pariwisata di Jakarta saja tahunya hanya monas, hehe. Betul kan?


Setelah materi “Pariwisata dan budaya” selesai, Kami semua istirahat dan shalat dzuhur. Untuk kemudian masuk lagi ke ruangan pada jam 13:00. Jadi untuk General Training ini memang seharian full, dari pagi jam 08:00 sampai jam 17:00.


Oke, apakah Kamu masih semangat bacanya? Harus semangat dong, biar tahu cerita menjadi seorang volunteer, siapa tahu Kamu bisa ikut merasakan hanya dengan membaca tulisan ini, hehe. Hebat banget deh.

Lanjut ke materi ketiga yaitu membahas tentang “Communication skill”. Jelas ya kalau untuk komunikasi ini lebih ke bagaimana cara berkomunikasi yang baik, cara menjadi pendengar yang baik, bagaimana sikap kita dalam berkomunikasi, dan semua tentang komunikasi ada dimateri ini. Saya
berpikir, beruntung juga dapat materi ini karena memang perlu dan harus dipelajari. Serta mengatasi hambatan penyebab komunikasi gagal dan cara berkomunikasi yang efektif. Semua ada dimateri ini.


Dan ya, ini adalah materi terakhir yang mana membahas tentang kepribadian dan lebih ke sisi psikologi seseorang itu sendiri, yaitu materi “Interpersonal skill”. Dimateri ini Kami para peserta diberikan pertanyaan, mengapa harus interpersonal skill?. Adalah; untuk memperbaiki hubungan
kerja, lingkungan kerja, keterampilan kepemimpinan, produktifitas, semua kesuksesan, disukai olehh orang lain, untuk memengaruhi orang lain, dsb. Jadi masih banyak jawabannya ya.


Materi ini ringan sekali, karena dibawakan oleh narasumber yang luar biasa pula. Namun memiliki peran yang sangat penting untuk para calon volunteer. Saya kasih tips nih ya, buat Kamu yang sedang ada masalah atau Kamu yang menjadi penengah masalah.



  • Awali pembicaraan
  • Dengarkan
  • tunjukan empati
  • tawarkan solusi
  • akhiri pembicaraan


Diatas adalah tips untuk situasi khusus atau konflik yang Saya dapatkan dimateri ini.


Oke, Saya rasa tulisannya sudah panjang sekali. Sudah dulu ya. Tinggalkan komentar jika Kamu ingin bertanya.

Terlambat datang ke General Training


Sayawrt.com - Kali ini Saya melanjutkan tulisan sebelumnya tentang training NOR. Oke, ini adalah training yang lebih mendalam lagi tetapi masih belum spesifik dengan job seorang volunteer, di training ini Kami diberikan materi yang luar biasa pula. Jadi, lebih ke cara bagaimana berkomunikasi, interpersonal,
etika, sikap, dan juga tentang kebudayaan dan pariwisata.


Saya lanjut ke cerita intinya ya. Jadi Saya mendapatkan undangan untuk mengikuti General Training ini pada hari jumat, 25 mei 2018. Tapi karena Saya berhalangan untuk hadir maka Saya reschedule ke tanggal 31 mei atau hari pelaksanaan terakhir. Namun ada sedikit miscommunication antara Saya
dan juga dari panitia penyelenggara dan ini membuat Saya sangat kecewa.


Begini, ketika Saya mendapatkan undangan General Training untuk tanggal 25 mei 2018. Saya tidak bisa mengikutinya pada hari tersebut, kemudian Saya baca kembali e-mailnya dan disitu tertulis “bagi peserta yang tidak bisa hadir harap mengisi jadwal ulang/reschedule di link yang tertera dibawah ini”. Nah, Saya itu kebetulan banget dong, karena Saya tidak bisa datang juga. Sekaligus di e-mail sudah tertera link untuk reschedule maka pada saat itu Saya isi linknya untuk reschedule ke tanggal 31 mei, karena besoknya 1 juni Saya ada acara bukber, jadi maksudnya biar gak bolak-balik ke Jakarta begitu.

Nah, setelah Saya mengisi e-mail dan sudah selesai, ada notifikasi kalau nanti untuk ruangan dan juga lokasi akan dikirimkan ke e-mail yang bersangkutan (Saya) segera. Oh iya, Saya lupa kasih tahu, kalau lokasi di e-mail untuk Saya mengikuti General Training itu di Universitas Pertamina, Jak-Sel. Maka Saya tunggu deh e-mail untuk pemberitahuan lokasi terbaru dari penyelenggara.


Hingga tanggal 31 mei untuk pekaksanaan Saya belum juga mendapatkan e-mail untuk lokasi terbaru tempat pelaksanaan General Training, namun Saya berasumsi bahwa masih di Universitas Pertamina, karena memang awalnya dilaksanakan disitu.


Segeralah Saya berangkat dengan Commuter line dari Parungpanjang menuju Kebayoran. Perjalanan ditempuh lumayan cepat namun sesak. Sekitar 40 menit di kereta Saya pun sampai di stasiun  Kebayoran dan langsung menuju Universitas Pertamina dengan bus feeder (transjakarta). Saya lanjut ke dalam dengan berjalan kaki dan bertanya ke satpam lokasi dan ruangan training dimana, satpam menyuruh Saya masuk saja dan Saya bertemu dengan penjaga disitu Saya Tanya lagi, lokasi untuk General Training INASGOC dimana. Namun...


Sesuatu yang tak Saya duga, dan tidak Saya ketahui sebelumya. Karena di e-mail pun Saya tidak menerima pemberitahuan lokasi dan ruangan baru. Bahwa sang penjaga mengatakan jika lokasi untuk penyelenggaraan General Training INASGOC sudah dipindahkan ke lokasi baru, yaitu UMJ Cirendeu (Ciputat). Betapa kagetnya dan lemas rasanya mendengar seperti itu, Saya bertanya pada
diri sendiri. “kok bisa ya?”, Seharusnya kan memang Saya menerima e-mail lokasi dan ruangan terbaru, tapi disini Saya tidak mendapatkan pemberitahuan apapun, disitulah titik dimana Saya merasa kecewa. Apalagi jika Saya harus ke UMJ Ciputat pasti Saya akan terlambat lebih dari 1 jam.

Tapi, karena niat menjadi volunteer ini sangat kuat dan juga disertai semangat energy of asia. Saya putuskan lanjutka perjalanan ke UMJ Ciputat dengan balik lagi ke stasiun Kebayoran dan dari situ naik angkot, bisa kebayang dong pasti telat banget, padahal saat Saya sampai di Universitas
Pertamina itu sudah jam 08:06. Tapi Saya jalani saja dulu, Saya naik angkot D.01 yang melewati UMJ dengan jalan perlahan disertai ngetem, membuat Saya merasa waswas karena tidak ada waktu yang tersisa.


Karena Saya tidak tahu lokasi UMJ itu dimana maka Saya bilang ke sopir, minta turun di UMJ. Ternyata lumayan jauh juga. Dan, setelah Saya sampai didepan UMJ waktu sudah menunjukan jam 09:24. Waww.. luar biasa telat banget kan. Saya segera masuk dan cari informasi sana-sini dan dapatlah lokasi tebaru di FISIP 203. Oke setidaknya Saya merasa lega walau harus kecewa.


Sssttt… ceritanya Saya lanjut ke artikel selanjutnya ya, disini terlalu panjang.

Serunya Training NOR di LPPI Kemang

training nor asian games
Training Nilai-nilai olahraga

Sayawrt.com - Oke balik lagi ke cerita mengenai Asian Games 2018. Menjadi volunteer serta proses apa saja yang dilalui saat akan menjadi volunteer. Simak baik-baik cerita Saya mengikuti training nilai-nilai olahraga yang dilaksanakan di LPPI Kemang.


Jadi, setelah kemaren Saya bercerita tentang test psikotes, FGD dan juga interview. Di sini Saya akan lanjutkan dengan cerita tentang training NOR yang dilaksanan pada tanggal 15 mei, untuk Saya ya. Kalau untuk yang lain tentu berbeda. Karena setiap hari ada sekitar 1000 orang lebih yang
mengikuti training NOR dan ada 9 hari untuk pelaksanaan NOR, dan Saya mendapatkan hari kesembilan atau hari terakhir.


Di hari terakhir NOR Saya lebih banyak bertemu dengan mereka yang reschudle atau ubah jadwal untuk pelaksanaan NOR nya. Dan pada pelaksanaan NOR ini tentu suasananya berbeda dong dengan waktu psikotest dan juga interview, kalau pas interview dan psikotest seluruh calon peserta diwajibkan memakai baju putih dan celana hitam atau gelap. Jadi masih seperti anak baru saja ya.


Nah kalau untuk training NOR, peserta sudah dibebaskan mau memakai pakaian apa saja asalkan sopan dan rapi. Dan ketika pelaksanaan NOR pun diberikan snack dan juga air mineral gratis dari sponsor, hehe. Asyik kan. Tapi, sebelum Saya datang ke LPPI Kemang, Kembali Saya ingatkan lagi bahwa Saya mendapatkan jadwal NOR itu pada waktu pagi hari, tapi berhubung Saya reschudle jadi Saya putuskan ikut siang saja agar tidak terburu-buru dan lebih leluasa. Hemm, tapi setelah di LPPI pun jadwal training siang yang harusnya dimulai pada pukul 13:00 jadi ngaret banget, dan baru dimulai pada pukul 14:40 atau hampir jam 3 sore, wah luar biasa ngaretnya ya, hehe. Tapi itu semua tidak menyurutkan semangat Kami semua untuk mengikuti training NOR ini. Walaupun harus menunggu di luar ruangan yang panas dan terik, keringat yang bercucuran. Kami tetap semangat.

Dan panitia pun mulai mengabsen para peserta secara menyeluruh untuk masuk ke ruangan training, dan ya. Memasuki ruangan training yang berbeda, maksudnya beda tata letaknya. Ini lebih enak dan nyaman untuk training, oh iya Saya kira training NOR itu seperti apa. Taunya hanya duduk dan
mendengarkan mentor-mentor yang luar biasa serta disertai canda tawa oleh tim hura-hura yang sangat mengasyikan. Pokoknya selama training NOR Kami semua dibuat rileks dan juga gak kaku plus tegang, benar-benar enjoy deh.


Dan ada beberapa materi yang Kami terima dari para mentor yang luar biasa. Yang paling utama pastinya tentang materi Asian Games dan juga sejarah Asian Games dong, eitss. Bukan Cuma Asian Games aja kok. Tapi juga belajar tentang organisasi yang mengurusi olimpiade di dunia, beserta lainnya. Seperti; IOC, Summer Olympic Games, Youth Olympic Games, Paralympic Games, Winter Olympic Games.


Dan diberikan pengetahuan tentang Asian Games 2018, seperti maskot Asian Games ada Bhin-bhin, Atung, dan Kaka. Yang mana Bhin-bhin adalah burung Cendrawasih yang mempresentasikan strategi, Atung adalah Rusa Bawean yang mempresentasikan kecepatan, dan Kaka adalah Badak bercula satu sebagai symbol kekuatan. Jadi para peserta benar-benar diberikan materi secara matang.


Jadi seperti itu deh gambaran training NOR ini. Dan NOR selesai jam 6 sore dan langit Jakarta pun mulai gelap. Sampai jumpa di postingan berikutnya.

Ujian Psikotest Asian Games bikin pusing

nor asian games

Sayawrt.com - Setelah sebelumnya Saya bercerita singkat tentang minat Saya ingin menjadi seorang volunteer Asian Games 2018 yang akan mendatang. Disini Saya akan berbagi cerita lagi mengenai semua pengalaman dari awal Saya mengikuti test psikotes, FGD, interview dan disambung dengan NOR atau nilai-nilai olahraga.


Jadi, setelah calon volunteer mendapatkan pemberitahuan via email maka disitu ada name list atau daftar nama peserta yang telah lolos tahap administrasi dulu ya, untuk kemudian bisa mengikuti psikotest, dan Alhamdulillah nama Saya muncul yang artinya Saya bisa mengikuti serangkaian
test psikotest yang akan dilaksanakan di PPM Manajemen dan beberapa lokasi lainnya untuk peserta lain, mengingat banyaknya jumlah peserta yang lolos pada saat itu yaitu sekitar 20741 orang, tapi tentu dihari yang berbeda pula, gak mungkin 20741 orang langsung nimbrung disatu tempat, hehe.

nor asian games

Oke. Sebenarnya Saya masih belum tahu pasti nih, cara INASGOC memberikan pengumuman kepada para calon volunteer, karena saat Saya di PPM Manajemen itu banyak sekali mendengar keluhan kalau pemberitahuan dari INASGOC itu serentak tapi mendadak. Waduh, Saya juga takut kalau begitu. Karena kalau tidak bisa ikut satu rangkaian atau agenda saja bisa langsung gugur menjadi volunteer.


Saya sempat bingung ketika akan datang ke PPM Manajemen, karena jadwal Saya untuk mengikuti psikotest itu mulai dari jam 07:00 – 12:30. Jadi kalau Saya sekarang berangkat dari Parungpanjang Bogor, gak mungkin kekejar dong waktunya. Akhirnya Saya ke Jakarta untuk menginap satu hari menyiasati waktu yang mepet itu. Tapi, setelah Saya di jakarta pun akhirnya malah datang telat juga ke PPM Manajemen. Saya datang telat 1 jam lebih, Saya degdegan apakah masih bisa ikut test, Tanya sana-sini ke satpam, resepsionis dan peserta kurang memuaskan.

Akhirnya Saya diberitahu oleh panitia kalau yang telat masih bisa ikut jam siang dari jam 13:00 – 17:00. Waduh, akhirnya Saya seharian di PPM Manajemen karena telat 1 jam saja. Karena Saya kira pada saat itu datang jam 07:00 pagi itu hanya datang saja, kemudian beberapa saat kemudian absen, ternyata tebakan Saya salah. Memang benar-benar dimulai jam 07:00 wah, luar biasa dong. Saya jadi harus ekstra hati-hati kalau dapat jam pagi lagi, intinya jangan sampai telat deh. Nah, di test psikotest ini sebenarnya ada juga beberapa test lain di dalamnya. Seperti FGD atau forum group diskusi dan Interview. Jadi urutannya setelah masuk ruang itu para peserta mengerjakan soal psikotest terlebih dahulu dan setelah itu istirahat. Lalu kemudian lanjut dengan FGD dan terakhir interview.

Untuk soal psikotest itu sendiri, sebenarnya sama dengan pada umumnya ya, tapi nih ya. Banyaknya soal dan juga ditambah mengerjakannya pada jam siang itu kerasa pusing banget, karena soal psikotest yang muncul ada 225 soal tapi jawaban A dan B. Tapi tetap saja bikin pusing kepala. Saya selesai mengerjakan psikotest dan istirahat. Oh iya saat seperti ini tuh pasti sudah ada kenalan dong, kebetulan Saya bertemu dengan teman yang berasal dari Bandung, Malang, Surabaya, dan ada juga yang dari Kendari. Memang jauh sekali ya. Saya yang dari Bogor saja telat, hehe.

Kemudian, setelah istirahat Kami semua pindah ke gedung B PPM Manajemen untuk test selanjutnya yaitu FGD dan interview. Pada sesi ini Kami lebih banyak berdiskusi seperti biasa dengan membahas dan memecahkan sebuah persoalan hingga tertuju satu tujuan yang mufakat, hemm. Keren juga ya.
Tapi memang benar kok yang namanya FGD itu ya seperti ini intinya. Jadi ada beberapa kelompok dan setiap kelompok itu Saya mendapatkan 4 orang jadi tidak terlalu ribet dan nerves juga bertemu dengan peserta lain. Lagipula pada saat FGD itu justru yang dinilai adalah leadership, dan juga kemampuan berbicara. Kalau itu sih, Saya oke banget. Hehe.

Oh iya ada teman Saya yang dari Bandung, yang sudah booking tiket kereta api jam 6 sore, karena selesai test Kami kira jam 5 sore sudah selesai, tapi ternyata salah. Memang jam karet di Indonesia itu sangat bagus, karena Kami semua selesai test bertepatan dengan adzan maghrib, jadi hangus deh tiket kereta api teman Saya yang sudah dibayar, hemm.


Oke, selesai semua test, sebelum pulang Saya sempatkan shalat maghrib dahulu di mushala kampus bersama teman baru tentunya. Entah perasaan apa yang ada dibenak saat itu, rasanya senang sekali bisa mengikuti serangkaian acara untuk Asian Games ini, Saya tidak bisa membayangkan betapa meriahnya dan dengan eforia para volunteer. Pasti ada kebanggaan tersendiri dalam diri masing-masing.


Oke, itu dulu cerita mengikuti test psikotest untuk volunteer Asian Games 2018 ini, selanjutnya Saya akan berbagi cerita tentang NOR atau nilai-nilai olahraga diartikel selanjutnya.

Cerita Menjadi seorang Volunteer Asian Games 2018

nor lppi kemang
Sayawrt.com - Hei, kali ini Saya ingin berbagi sedikit cerita tentang perjalanan Saya mengikuti seleksi menjadi Volunteer Asian Games 2018 yang akan diselenggarakan tahun ini pada bulan agustus di Jakarta, tapi sebelumnya bangga dong Indonesia menjadi tuan rumah untuk acara besar ini. Asian Games 2018 yang ke-18 ini sebenarnya akan diselenggarakan di Vietnam, Namun karena di Vietnam tidak mendapat dukungan dan juga sedang terjadi konflik maka dipilihlah Indonesia menjadi tuan rumah Asian Games yang ke-18 ini dengan catatan, tahunnya dipercepat ke 2018 karena tahun 2019 itu pasti
sibuk Pilkada kan.


Cerita Saya ini bukan cerita yang spesifik, karena nanti akan Saya bagi dalam beberapa artikel.


Oke, kenapa sih Saya mau dan ingin sekali menjadi seorang volunteer? Sudah pasti dan harus dong, sebagai pemuda di zaman millennial ini olahraga menjadi salah satu gaya hidup yang tidak pernah lepas bahkan sudah menjadi rutinitas. oke kembali lagi ke jawaban Saya kenapa mau menjadi seorang
volunteer.

Kenapa? Pertama ini adalah acara besar dengan skala internasional, dan sudah pasti didalamnya terdapat banyak wawasan serta pengalaman yang akan didapat apabila Saya bisa mengikuti dan berpartisipasi di acara Asian Games 2018 ini.


Yang kedua, ini akan menambah koneksi atau jaringan Saya dan juga Kamu jika kita bertemu dengan tujuan yang sama, yaitu Asian Games. Bayangkan saja ada sekitar 45 negara yang akan datang ke Indonesia dari berbagai macam latar belakang, ada atlit, pelatih, media press, serta petinggi Negara dan juga penonton dari luar negri. Ini tentu adalah sebuah jaringan yang mana jika bisa mendapatkan satu kenalan saja sudah menambah satu koneksi. Koreksi dikomentar jika Saya salah.


Yang ketiga, dan ini jawaban Saya yang paling inti. Adalah, menjadi seorang volunteer itu bukan karena uang segalanya. Ini adalah volunteer, kegiatan sukarela. Jadi benar-benar menjadi seorang sukarelawan namun penuh dengan training yang luar biasa serta oleh mentor yang luar biasa pula. Disini terdapat banyak pengalaman, banyak koneksi jaringan, dan bisa menambah bakat seseorang. Dan tentunya, menjadi volunteer Asian Games 2018 karena ini adalah kesempatan berharga sekali seumur hidup, coba. Kapanlagi ada Asian Games diselenggarakan di Indonesia. 10 tahun? Atau 20 tahun kemudian?

Semuanya masih belum tentu, dan bersyukur tahun ini diselenggarakan di Indonesia.


Dan juga sudah lama sekali Indonesia tidak menjadi tuan rumah Asian Games ini, terakhir tahun 1962 dan sekarang sudah 56 tahun, luar biasa lamanya. Mungkin sampai Saya dan pembaca punya cucu juga belum tentu Indonesia menjadi tuan rumah, betul kan? Terbukti banyaknya anak muda, eh bukan anak muda saja deh. Yang tua dan sudah mapan kerja pun ada lho yang rela daftar ikut Asian Games ini. Saya kaget luar biasa, bahkan ada yang sudah menjadi ibu 3 anak. Waww.

Oke deh, ini cerita awalnya ya, untuk artikel pelatihan NOR, baca saja artikel selanjutnya.


Atau ada yang mau kenalan dengan Saya, boleh kok. Siapa tau ada informasi menarik mengeni Asian Games atau apapun itu, silakan saja ke kanan-atas blog ini, Saya aktif disemua sosial media kok, terimakasih.

Akhirnya bisa Ngeblog lagi

sayawrt kembali ngeblog, ngeblog lagi
Sayawrt.com - Hei, jumpa lagi dengan Saya di blog yang baru Saya buat ini. Duh, sudah lama sekali Saya tidak merasakan sensasi ngeblog setelah blog lama Saya buat2lisan.com sudah tidak aktif dan tidak Saya perpanjang lagi karena waktu itu sangat jenuh dan hilang harapan, hehe..

Oke, di blog Saya yang ini akan Saya buat berbeda dan dengan konsep yang beda pula. Kalau blog yang lama itu lebih ke umum banget ya artikel dan bahasanya. Tapi kalo di blog ini sengaja Saya buat untuk pribadi saja dan menggunakan bahasa sehari-hari supaya kamu juga enjoy dan happy membacanya. Oh iya pengalaman Saya di blog itu sudah lama, namun sekarang terasa kaku dan kurang familiar dengan tampilan blogger yang baru, mungkin masih butuh adaptasi user interface kayaknya, hehe.

Sebenarnya ada banyak cerita yang mau Saya bagikan, tapi sabar dulu ya. Lebih baik sekarang perkenalan dulu saja biar tahu dan akrab kedepannya, oke. Buat kamu juga yang mau tahu siapa Saya?, dan kenapa sih Saya itu, tenang. Kamu bisa baca semua tentang Saya di halaman “tentang” di atas kok, jadi lebih tahu kan siapa Saya? Hehe.

Kalau dulu waktu Saya ngeblog itu, gak kayak sekarang. Pastinya dong, kalau dulu itu mau posting satu artikel aja harus nulis dulu di Ms. Word, terus save ke flashdisk, terus bawa deh ke Warnet buat dipublish. Wah, gak kebayang kok dulu bisa banget ya Saya begitu, lebih berjuang waktu ngeblog
zaman dulu daripada sekarang. Tapi sekarang juga dunia perblogan, itu sudah sangat maju pesat dan banyak bermunculan teknik-teknik ngeblog yang baru yang mana Saya juga harus pelajari lagi, apa sih itu?

Kalau dulu masih ada istilah pagerank, yang perhitungannya dari nilai 1-10 yang langsung diberikan oleh mesin Google. Oh iya, Saya juga punya pengalaman yang banyak soal pagerank ini, karena pada saat itu Saya mengelola ada sekitar 5 blog. 4 blog di blogger, dan 1 lagi mywapblog yang sekarang sudah punah.

Jadi blog Saya yang di mywapblog itu adalah blog yang berisi artikel copas namun sudah Saya edit ulang supaya menghasilkan artikel yang unik dan beda. Lalu, yang di blogger pada saat itu masih blog yang buat2lisan dengan memakai subdomain blogspot belum menjadi dotcom. Saya coba untuk
mendapatkan pagerank Google, pada saat itu jika ada blog yang bisa mendapatkan pagerank Google, minimal pagerank 2 atau PR 2. Itu rasanya, buat si owner ini senangnya luar biasa dan bisa jingkrak-jingkrak. Kenapa begitu?

Karena pagerank itu adalah nilai dari efisiensi blognya, contoh backlink yang bagus, meta tag yang bagus, tentunya keyword yang bagus-bagus. Dan muncul di halaman pertama Google pastinya. Karena pada saat itu yang menjadikan acuan blog bagus dan efisien itu adalah nilai pagerank dari
Google, maka tidak heran dulu sering ada lomba bertajuk “lomba SEO”. Lomba SEO ini banyak dan bermacam-macam jenisnya, ada yang harus menempati urutan pertama halaman pencarian Google dengan keyword tertentu dan lain-lain.

Nah, balik lagi ke cerita awal Saya membuat blog ini adalah, karena Saya ingin sekali merasakan sensasi ngeblog di zaman now ini. Apakah sama? Dan ya, kamu tau pastinya, sangat beda sekali dan Saya malah merasa tertinggal, hehe.

Oke deh, cukup perkenalannya.
More »
More »