Beli MicroSD Samsung EVO 32GB, yang lama rusak



antara kecewa dan agak kesel juga, padahal memori  yang rusak itu belum 2 pekan Saya pakai, ya. sebelumnya Saya beli memori Sandisk di bukalapak, dan beli langsung di Official Store. Saya tidak tahu kenapa sebab rusaknya. tapi ketika gejala rusak/corrupt itu smartphone Nokia 5 Saya jadi nge-lag dan lama sekali ketika buka aplikasi whatsapp.

Saya sempat komplen juga ke CS Official Store sandisk, lumayan fast respon dan diarahkan untuk retur dengan ketentuan yang ada. diantaranya rusak bukan karena disengaja, ya jelas to.. kan rusaknya tanpa disengaja. tiba-tiba smartphone Saya jadi hang saja.

nah, ketika memori rusak itu otomatis produktivitas Saya untuk membuat video jadi berkurang dan Saya juga agak bete karena lumayan lama, setelah rusak mungkin hampir 2 pekan kurang. jadi ya Saya bersabar aja dan sambil pilih-pilih video lama untuk dihapus, karena Saya harus buat video lagi untuk konten youtube Saya, kasian dong! masa subscriber gak dikasih video baru, kan udah nungguin, hehe.


dan waktunya pas banget, ketika Saya butuh memori MicroSD, akhirnya Lazada ada diskon 12.12 ya diskon yang menurut Saya besar-besaran, karena waktu lazada mengadakan diskon 11.11 Saya juga beli jam Casio dengan murah, padahal aslinya hampir lima ratus ribuan. nah.

nah akirnya Saya coba cari memori yang bagus dengan ukuran 32GB. karena kalau beli yang 16GB itu tanggung banget menurut Saya, jadi biar agak leluasa gitu, dan dapatlah memori MicroSD Samsung EVO. yang katanya bagus dan handal. eits, tapi baru pertama kali ini Saya pakai MicroSD dari samsung, karena harganya yang mahal dan tidak ramah dompet, untungnya Saya beli ini ketika momen lazada 12.12, jadilah Saya dapat harga yang sangat miring sekali dari harga Rp. 220.000, menjadi Rp.99.000. wah, memang luar biasa.

samsung, Sayawrt, MicroSD EVO, 32GB, Pangalengan, wisata
dapat free adapter


tanpa lama berpikir Saya langsung saja pesan, tanggal 12 Desember Saya pesan, dan esoknya 13 Desember barang sampai dengan selamat, tidak lupa Saya foto terlebih dahulu, untuk jaga-jaga dan juga untuk publikasi di blog ini, hehe.

beginilah rupa MicroSDHC Samsung EVO 32GB, dengan spesifikasi Read Speed up to 95MB/s, write speed up to 20MB/s, Class 10. dan dalam paket pembelian sudah termasuk adapter untuk slot kamera jika akan digunakan untuk kamera atau sebagai card reader untuk laptop saja.

sayawrt
belakang

Sayawrt
depan



Pertama Kali jadi Panitia UNBK

hemm, rasanya gimana  ya. antara santai dan juga pusing. iya santai karena menjelang UNBK itu tidak seribet hari biasanya, tapi pusing karena berurusan dengan data dan juga persiapan yang kadang mendadak. tapi selain itu. semuanya menyenangkan kok.

unbk al kahfi, ma al kahfi, pesantren al kahfi, cigombong, pangalengan
komputer UNBK 2019


pengalaman saya berurusan dengan dinas sudah dimulai tahun 2015. kala itu saya menjadi asisten operator di salah satu SMA, karena operator utama lebih sibuk, jadilah saya yang pergi ditemani seorang teman jika ada tugas ke dinas. padahal waktu itu juga saya masih kelas XI. tapi tidak mengapa, justru itu peluang untuk saya lebih memahami. karena sewaktu saya MTs juga sudah pernah berurusan dengan Dapodik membantu Kakak saya seorang operator juga di SDN. jadi, ya sampai sekarang kalau dibilang paham sih, ya tidak sepenuhnya. karena aturan atau regulasi mereka kadang berubah-ubah.

kembali lagi ke pembahasan, menjadi Panitia UNBK 2019 tentu adalah pengalaman berharga yang tidak bisa semua orang bisa, jadi begini lho. kenapa saya sebut pengalaman berharga? karena di dalamnya terdapat tim yang solid yang siap begadang (jika dibutuhkan), dan ada forum/komunitas yang siap membantu di atasnya. sebenarnya sebagai panitia itu tinggal jalan saja. ikuti alur yang sudah ditentukan. tapi pernah juga, karena informsi yang tidak sinkron dari A ke B. jadilah Kami atau saya kebingungan. dan semua serba mendadak begitu.


karena Saya masih baru dan ada beberapa proses yang belum saya pahami, ketika pertama kali sih memang kurang mudeng. tapi dengan berjalannya waktu, akhirnya saya paham juga dan itu semua .
tidak membutuhkan waktu lama, iya dong.. cuma begitu aja kok. masa belajarnya lama banget.

saya sebagai teknisi dan juga OP yang biasa mengurus komputer dan persiapan lainnya, tapi tidak sendiri kok, karena dibantu. dan untuk persiapan komputer atau PC yang akan digunakan itu juga tidak terlalu sulit, karena memang sudah ada sebelumnya, jadi tinggal maintenance saja dan checking perangkat.

Baru pertama kali mencoba Kopi Premium Gayo dan Toraja

Kopi itu minuman kesukaan Saya, sudah tau kan? ya tapi rugi sekali, kenapa baru sekarang saya baru merasakan kopi yang kualitas premium seperti kopi Aceh Gayo dan Toraja.  ditempat kerja saya sekarang juga kebiasaan ngopi tidak hilang. saya masih sempatkan untuk ngopi disela waktu pekerjaan, apalagi jika kerjaan sudah menumpuk atau banyak kerjaan yang menunggu. ngopi itu sudah menjadi kebiasaan sehari-hari, karena jika tidak minum kopi. saya bisa langsung pusing dan pegal, wah. gawat sampai segitunya ya?

tapi tetap, yang menjadi kebiasaan memang tidak bisa dihilangkan. malah teman saya ada juga yang ikut-ikutan ngopi, lebih dari itu saya juga suka diminta untuk membuatkan kopi jika ada rapat-rapat. wah, padahal buatan saya masih biasa saja lho, belum seperti bartender profesional.

kopi apa sih yang pernah saya coba, sampai saat ini saya baru mencoba kopi Aceh Gayo, ya. ketika pertama kali memang masih asing di lidah, memang betul kata orang-orang. untuk mengetahui karakter kopi itu harus mencoba beberapa kali seduhan, sampai seduhan ke lima saya baru merasakan nikmatnya kopi Aceh Gayo. seperti di bawah ini kopi yang saya beli di lapak Bukalapak.

kopi Aceh Gayo

kalo untuk rasanya, wah jangan ditanya deh, karena saya tidak bisa mendeskripsikan secara lengkap, pokoknya bisa kamu beli aja, dan cobain rasanya. mantap. dan kopi yang saya beli ini seharga Rp. 100.000, saya sih tidak tahu harga pasaran kopi premium diluar, tapi jika beli yang masih biji, harganya bisa lebih murah. dan karena saya mau langsung seduh aja tanpa ribet harus ngegiling (roast) lebih baik beli yang bubuknya saja. karena di roastnya juga dadakan jadi pas pesan langsung di roast. wah, jadi seperti masih baru, hehe iya dong. harga Rp. 100.000 itu saya dapat 500g, bisa sih yang 1kg. tapi terlalu banyak, karena yang 500g saja untuk saya sendiri cukup untuk stok 1 bulan.

dan, setelah kopi diatas habis, selang 1 atau 2 minggu, saya beli lagi kopi ditempat yang sama. tapi kopinya berbeda, karena kali ini saya memesan kopi Toraja Sapan yang katanya juga sih, enak dan nikmat. oh iya, sedikit cerita ketika saya mencoba kopi "Toraja Sapan" untuk pertama kali, sangat terasa asam dan pahitnya, karena kebiasaan saya jika mencoba kopi yang baru, itu saya seduh tanpa memakai gula, untuk mengetahui karakter kopinya terlebih dahulu. ya karena saya juga mencoba menjadi seorang reviewer yang pro. 

seperti inilah kopi Toraja Sapan yang saya beli, bungkusnya memakai zipper, jadi enak untuk dibuka tutup dan sudah ada filter udara yang menjaga udara didalamnya.

Kopi Toraja Sapan
oke deh, mungkin itu cerita saya tentang beberapa kopi yang sudah saya coba, dan buat kamu yang gak suka ngopi. tenang saja, masih banyak kopi yang lain diluar sana.

1 Tahun menggunakan Debit Jenius BTPN


halo semua, jumpa lagi nih dengan Saya. ya, kali ini Saya akan menulis yang sedikit berbeda dan ini cerita pengalaman Saya menggunakan Debit Jenius dari BTPN yang luar biasa bermanfaat sekali untuk kamu yang sekarang hidup di zaman milenial, eh Saya juga ya. ok.

nah, jadi begini nih awal mula Saya mendapatkan kartu ini tuh karena apa sih? dan kenapa harus kartu debit ini. tahun sebelumnya itu Saya benar-benar dilema sekali, karena pada saat itu banyak sekali keinginan ya, walaupun gak butuh tapi tetap keinginan itu ada. apalagi sudah lama sekali Saya memang tertarik untuk memiliki kartu debit yang rasanya seperti kartu kredit yang bisa bayar dimana saja dan tak terbatas tempat.


dari situlah Saya mencari dan survei kira-kira bank apa sih di Indonesia ini yang punya kartu debit tapi bisa seperti kartu kredit, ya beda dikit lah. akhirnya Saya menemukan 4  bank yang sudah memiliki kartu yang bisa digunakan untuk transaksi internasional melalui jaringan visa atau mastercard, tapi kebanyakan menggunakan jaringan visa ya. nah 4 macam kartu itu adalah Kartu debit Bank Permata (Visa), Kartu Debit Jenius BTPN (Visa), Secure Credit Card Sinarmas (Visa), dan Kartu Debit BTN (Visa). dan pada saat itu belum ada kartu Debit Digibank DBS.

setelah Saya pikir lama dan mempertimbangkan kegunaan dan fleksibilitas, akhirnya pilihan Saya mantap jatuh ke Jenius BTPN. kenapa? karena Jenius ini adalah memang dikeluarkan untuk menjadi jenius, tidak ada buku konvensional, semua laporan transaksi dan sebagainya tercatat lengkap di aplikasi, dan semua bisa diakses lengkap di aplikasi ataupun webnya.

ketika Saya mendaftar di aplikasi jenius, memang persyaratannya umum saja dan tidak banyak yang diminta, hanya fotocopy KTP dan NPWP selebihnya hanya data tambahan. setelah lengkap dan Saya mendaftar. Saya janjian dengan agen jenius, oh iya pada saat mendaftar lokasi Saya di pangalengan dan didaerah Saya belum ada agen jenius yang standby. akhirnya Saya mencari lokasi terdekat yaitu di Soreang, dan kebetulan disini memang ada Cabang Bank dari BTPN.

tidak lama Saya bertemu agen dari jenius (aslinya lama sekali, Saya menunggu hampir 2 jam) Saya dijelaskan mengenai fitur-fitur dan bagaimana cara transaksinya, Saya pikir itu tidak perlu dijelaskan karena sebelum Saya mendaftar juga Saya sudah baca-baca. hehe.. Saya diminta untuk menunggu di rumah, sekitar 8 hari Saya tunggu, datang juga deh amplop yang berisi kartu debit jenius BTPN ini, wah dari amplopnya saja sudah kelihatan wah dan trendy, jadi kayak anak muda dan gaul banget, karena itu tadi. kartu ini cocok digunakan untuk anak muda zaman sekarang. hehe

oke, setelah panjang lebar tadi Saya cerita-cerita, kali ini Saya juga mau sebutin kelebihannya dulu nih, dari kartu Debit Jenius BTPN ini. kelebihannya apa aja sih, mau tau dong?

jadi kartu ini memiliki beberapa kelebihan yang unik dari kartu debit biasanya atau yang ada sekarang.

  • pembukaan tanpa setoran awal
  • tanpa biaya bulanan
  • Mendukung fitur 3Dsecure/VBV dan juga non3Dsecure/nonVBV (bisa untuk PayPal)
  • dilengkapi teknologi terbaru Visa PayWave, seperti contactless
  • nama kita dicetak di kartunya
  • 1 akun bisa dapat banyak kartu (sesuai kebutuhan saja)
  • semua transaksi tercatat lengkap di aplikasi jenius
  • dan masih banyak kelebihannya yang bisa kamu dapatkan, selengkapnya cek di jenius
tapi harus diingat ya, kartu ini walaupun fiturnya seperti kartu kredit, tapi kamu harus mengisi saldo terlebih dahulu untuk dapat menggunakannya.

nah, itu dia kelebihan dari si Jenius ini, untuk kekurangan sih, Saya belum menemukan yang signifikan dan kontak personnya juga cepat dan tanggap, terbukti ketika Saya lupa "password" dan "pertanyaan keamanan" ya walaupun harus keluar pulsa normal untuk nelponnya, tapi sebanding deh pengalamannya.

dan ya, karena kartu ini kelebihannya adalah bisa transaksi yang non3Dsecure/nonVBV otomatis bisa dipakai untuk belanja online yang langsung memasukan nomor kartu.  seperti dibawah ini

sayawrt, jenius, rifkitaufik

dan Saya pertama kali mencoba untuk memverifikasi akun PayPal terlebih dahulu dan, hasilnya


dan, dapat email konfrimasi deh bahwa kartu sukses ditambahkan, setelah itu Saya semakin yakin bahwa kartu ini bisa digunakan di merchant manapun (pede banget ya, hehe)

oke, terimakasih sudah membaca review Saya menggunakan Debit Jenius BTPN ini. dan dibawah ini Saya lampirkan tangkapan layar sebagian transaksi yang Saya bayar dengan Jenius.


Dan buat kamu yang belum subscribe Saya di YouTube, ayo dong buka www.youtube.com/SayaWRT
langsung subscribe ya. terimakasih.

sayawrt, rifkitaufik, jeniusdebit,pangalengan
Beli Aplikasi Al-Qur'an pro
sayawrt, rifkitaufik, pangalengan
Langganan Antivirus AVG Pro (jangan bajakan terus)

Beli BitTorrent (tapi gak kepake)
Langganan ES File Manajer
Bayar via Paypal untuk beli domain ini
langganan Spotify Premium dan dapat promo

Olahraga Apa yang Saya suka?

sayawrt, olahraga catur, asiangames, rifkitaufik, wisatapangalengan

halo hai... gimana nih? masih menunggu tulisan Saya yang terbaru atau tidak? apa? tidak.. hemm.. tenang kali ini Saya cuma mau cerita aja kok, bukan cerita berat yang sulit dipahami.

kamu tentunya suka banget olahraga ya kan? dan pasti kamu juga punya olahraga favorit yang kamu tekuni terus dan pokoknya paling favorit deh dari semua olahraga, entah itu olahraga fisik ataupun pikiran dan mental, emang ada ya? ada dong. coba sebutin dikolom komentar kamu suka olahraga apa aja. ditunggu ya komentarnya.

nah, sekarang giliran Saya cerita nih, jadi gini. dari kecil itu Saya memang jarang sekali olahraga seperti anak-anak yang lain, ya paling kalau mau keringetan hanya main saja, lari-lari kesana-kemari. karena waktu kecil teman Saya tidak terlalu banyak, bisa disebut Saya jarang main keluar rumah. jadi kalau anak seumuran Saya saat itu suka sekali main sepak bola, paling Saya hanya menonton. 

singkat waktu, ketika sudah masuk MI tau kan ya.. madrasah ibtidaiyah. dikelas ada pelajaran olahraga, kadang praktik dan kadang juga teori. tapi lebih banyak ke praktik sih, ya karena kami semua masih anak-anak dan pasti dong kalau diberikan pilihan mau di dalam kelas atau di luar kelas kami lebih memilih di luar kelas karena bisa sambil bermain.

semua teman Saya olahraga, dan semuanya olahraga sepakbola. entah kenapa, Saya sendiri tidak pernah olahraga itu, kecuali jika dipaksa dan jika mau ujian praktik saja. hehe. tapi pada saat itu memang pikiran Saya tidak mau, pada saat di kelas 4 MI Saya baru tahu apa olahraga kesukaan Saya. kamu mau tahu? ya ini permainan orang dewasa, terutama Bapak-bapak di pos ronda, pasti sering bermain ini, ya Catur. kenapa harus catur?

sejak kelas 1 MI, kalau tidak salah masih kelas 1 MI lho ya, Saya suka menonton Bapak Saya main catur. dan Saya melihatnya saja sudah tertarik, masih belum paham bagaimana cara bermainnya karena Saya suka hanya melihat bentuk papan dan buah caturnya saja yang Saya anggap unik karena ada bentuk kudanya. setelah itu Saya diajari langsung oleh Bapak Saya. rupanya Saya cepat paham dan bisa bermain langsung melawan lawan Bapak Saya, ya walaupun masih latihan dan terus kalah. ternyata catur itu logika. Saya memahami dengan cara melihat, strategi apa ini dan itu. sehingga semakin kedepan Saya perlahan paham.

ya tentu dong, semakin berjalan waktu Saya semakin paham dengan permainan itu. terbukti di kelas 5 MI Saya pernah mewakili sekolah untuk lomba catur tingkat kecamatan. hemm.. tapi masih tahap awal. Saya sudah kalah, karena terlalu berambisi dengan jalan langsung 2 bidak (2 kotak). dan tentulah Saya kalah.

tapi mungkin kamu bertanya apakah ada olahraga lain yang Saya suka. ya tentu ada, tapi Saya tidak terlalu hobi. yaitu badminton. Saya tidak selalu intens bermain badminton. Saya bermain jika diajak saja, jika tidak diajak ya Saya tidak main. 

Cerita Seru ke Bandung naik kereta Argo Parahyangan #2

sayawrt, rifkitaufik, pangalengan, bandung wisata, wisatapangalengan

oke dan sekarang Saya lanjut lagi ceritanya, dan setelah Saya menunggu sekitar 1 jam lebih, akhirnya jam 17.45 kereta Argo Parahyangan datang juga dari arah selatan.. hemm.. ketika pertama datang keretanya memang terlihat biasa saja, ya maklum karena Saya naik kelas ekonomi premium. jadi walaupun ekonomi tapi tidak berhadap-hadapan ketika duduk.

setelah dikereta pun Saya masih ragu, sempat menanyakan juga ke orang yang akan duduk disebelah Saya, apakah kursi ini benar dengan yang ada di tiket.. dan ya. benar. hehe, pada saat itu Saya masih terlihat bingung. namun Saya mengambil kesimpulan, bahwa jangan segan untuk bertanya. jika tidak bertanya. maka sesatlah Saya

dan setelah di kereta karena Saya berangkat maghrib dan akan tiba di bandung sekitar jam 21.15, Saya sempat melihat interior kereta yang menurut Saya cukup elegan dan berkelas walaupun hanya ekonomi, Saya tidak tahu apakah di kereta lain yang menuju ke Jawa sama seperti ini atau tidak.

tidak banyak yang Saya lakukan ketika perjalanan, karena lampu di gerbong menyala dengan terang dan Saya sulit untuk melihat keluar karena pantulan cahaya tersebut. tapi, karena Saya duduk didekat jendela dan alhamdulillah, dapat jendela yang besar, terkadang Saya melihat keluar dengan dibantu tangan untuk melihat. ketika kereta melewati bekasi dan seterusnya masih agak ramai ya, masih ada  yang bisa lihat.

sepertinya cerita diperjalanan selama naik kereta tidak terlalu banyak, oh iya. awalnya Saya juga ingin mengabadikan perjalanan itu dengan smartphone Saya namun karena banyak kekurangannya, dan juga tidak mendukung untuk membuat vlog perjalanan. jadi Saya hanya iseng merekam saja. kalau banyak kan lumayan bisa stok footage video selanjutnya.

dan, jam 21.15 Saya sudah sampai di stasiun Bandung. stasiun utama kelas 1 dan masih ramai sekali. namun Saya bingung, karena tidak ada transportasi ke daerah Saya di Pangalengan jika sudah menjelang malam begini, akhirnya Saya memutuskan untuk menginap saja di mushola stasiun, dan memang biasanya orang-orang yang menginap pasti ke mushola, karena banyak dari mereka  membawa barang yang harus diamankan ketika ditinggal tidur, begitu juga Saya.

namun sebelum ke mushola, Saya membeli beberapa makanan dan camilan serta kopi, rasanya perut ini lapar karena 3 jam perjalanan. Saya sempatkan untuk melihat-lihat dan duduk istirahat di dalam stasiun sambil melihat kereta lewat, tidak lupa ada musisi jalanan yang menghibur menyanyikan lagu lawas yang menambah suasana malam itu menjadi lebih sejuk, tenang, dan tentunya dingin karena habis hujan juga, hehe.

setelah itu, Saya ke mushola dan tidur, sampai shubuh. wah.. enak rasanya, nyenyak sekali. oke deh.

(setelah shubuh)

oke, tadi kegiatan di masjid sudah, sekarang waktu masih pagi sekali. iseng-iseng Saya jalan mencari ind*****t, karena tempat makan disini tidak sesuai dengan kantong Saya, makannya Saya cari yang murah dan gak bikin kantong jebol juga dong. Saya cicipi kopi creamy late yang ada di Indo.... kok tidak manis ya.. hemm ternyata, belum dikasih gula. hehe..jadi malu sendiri.

waktu sudah mau jam 6 pagi, Saya jalan kaki keluar stasiun, mencari Bus Damri yang biasanya langsung ke terminal leuwi.panjang. dan dapat juga, naik. Saya penumpang pertama di hari itu, iyalah.. kan Saya naik langsung dari pool bisnya. .. mantap.

[cerita selesai]

Cerita Seru ke Bandung naik kereta Argo Parahyangan

sayawrt, argo parahyangan, bandung, rifkitaufik

Halo.. halo bertemu lagi nih diartikel terbaru SayaWRT. sudah lama sekali Saya tidak menulis dan mengisi artikel di blog ini. Saya harap kita semua baik-baik saja dan mendapatkan apa yang kita harapakan ya.. Aamiin.

oke, disini Saya mau cerita nih tentang perjalanan Saya ke Bandung naik kereta api Argo Parahyangan yang luar biasa seru dan keren.. hehe.. Saya bilang begitu karena baru sekali ini naik kereta ketika pulang ke Bandung. sebenarnya Saya sudah lama sekali mau naik kereta kalau pulang ke Bandung. tapi baru kesampaian kemarin ketika nikahan adik Saya tanggal 11 November. 

pertama, Saya tentu dong cari tiket jauh-jauh hari supaya gak full booked.. dan biar lebih lega juga kalau sudah punya tiketnya, oh iya pemesanan tiket kereta Saya lakukan dibulan sebelumnya, ya kira-kira 2 pekan sebelum keberangkatan. dan Saya memilih stasiun Gambir sebagai keberangkatan awal.. sayang sekali ya, padahal Saya tinggal di Bogor. namun tidak ada kereta dari Bogor ke Bandung secara langsung, karena jalurnya hanya ke Jakarta, Pasar Senen dan Gambir. tapi tidak apa-apa sekalian jalan-jalan juga naik Commuter Line.. hehe.

dari lokasi Saya ke Gambir naik kereta juga lho, seru kan.. jadi gini nih. Saya kan tinggal di daerah Cigombong Bogor. disini juga ada stasiun Cigombong dengan rute perjalanan Bogor - Sukabumi, dan melewati stasiun Cigombong ini, dan Saya berangkat hari Jumat siang dari stasiun Cigombong menuju Stasiun Bogor Paledang, yang jaraknya 100m ke Stasiun Bogor 2. yaitu yang melayani kereta Commuter Line. daripada Saya naik angkot lewat Ciawi yang macetnya lumayan parah.

dan sampai Stasiun Bogor Paledang jam 12.45 siang, dan akhirnya Saya tidak melaksanakan shalat jumat pada saat itu, agak risih juga sih. karena biasanya Saya tidak pernah melakukan perjalanan pada hari dimana didalamnya sakral, hehe.. semacam jumat.

setelah sampai di stasiun Bogor Paledang, Saya jalan kaki dan nyebrang jalan menuju ke stasiun Bogor 2. ini adalah stasiun kelas utama di Bogor yang super ramai dan sibuk. alhamdulillah, ada kereta jurusan Jakarta Kota yang akan berangkat, jadi Saya tidak perlu menunggu lama untuk berangkat. kalau dari lamanya perjalanan maka dari Stasiun Bogor ke Stasiun Gondangdia akan memakan waktu kurang lebih 1 jam. jadi Saya sudah punya prediksi. karena sebelumnya pasang aplikasi KRL Acces. jadi bisa tahu jadwal keberangkatan kereta pada hari itu juga.

selama diperjalanan menuju stasiun Gondangdia, eh kok ke Gondangdia sih? iya dong, kan kereta Commuter tidak berhenti di Stasiun Gambir, malah terus ke Juanda. jadi salah satu caranya adalah turun di Gondangdia dan jalan kaki deh (kalau mau olahraga) dan dengan jarak 1km ke Stasiun Gambir yang penuh tantangan karena harus nyebrang jalan yang begitu lebar dan panas terik matahari yang menyengat, sampai juga di Stasiun Gambir.

Saya sampai di Stasiun Gambir itu sekitar jam 3 sore, dan masih ada waktu untuk istirahat, sholat dan makan. karena Saya berangkat jam 6 sore pas ketika adzan maghrib berkumandang. lagi-lagi Saya harus jalan diwaktu shalat, karena tadi pas berangkat juga bertepatan dengan waktu shalat jumat. hemm

Saya lanjut ke Cerita bagian 2 ya... tunggu artikel selanjutnya.



Kenapa Saya ngopi dan apa alasannya?

sayawrt, apakah kamu suka ngopi, kinds of cancer

Apakah Kamu suka ngopi? Dan apa alasannya?

Tidak bisa dipungkiri lagi, jika ngopi adalah tradisi turun-temurun yang tidak termakan zaman. Jika Saya ceritakan awal mula Saya ngopi, sudah dari usia 7 tahun Saya ngopi, namun pada saat itu tentu dong hanya ikut menyeruput kopi orang tua saja, hehe.

Oh iya, ketika masa kecil dulu Saya tinggal di daerah Malingping, Banten. Dan mulai ingat dengan alur kehidupan tahun 2001, dari situ Saya sudah mengenal dengan baik kebiasaan apa yang Saya lakukan, tentang permainan, dan pertemanan.

Kebiasaan Saya yang suka ngopi ini akhirnya menjadi kebiasaan yang biasa, artinya Saya sudah biasa ngopi sewaktu kecil. Bukan kekolotan, namun sudah menjadi candu. Kok berbeda dengan anak seumuran lainya ya? Yang minum susu?, eitss. Tidak juga minum kopi. Saya ini orangnya ngegabres. Jadi kalau ada makanan atau minuman apapun pasti habis, atau gembul.

Sampai saat sekolah dan sampai sekarang Saya masih tetap ngopi, malah sekarang bisa lebih parah lagi. Karena kalau tidak ngopi dalam beberapa waktu kepala Saya bisa migrain. Duh, jadi penyakit dong? Saya pikir tidak, itu karena Saya belum bisa berhenti saja, hehe.

Pilih kopi hitam atau kopi dengan variasi lain?

Jujur, Saya lebih suka kopi hitam yang pekat, daripada kopi dicampur susu, krim, atau seperti yang di Kafe-kafe. Kenapa? Bukannya lebih enak?, iya memang enak dan tidak sepenuhnya tidak suka, namun karena Saya lebih suka kopi hitam. Dan saat Saya masih kecil juga lebih suka kopi hitam dengan merk legend seperti kopi cap keong, kopi cap kupu-kupu, dan kopi cap walet. Yang benar-benar kopi asli tanpa bahan pengawet dan rasanya luar biasa.

Oh iya, mengenai rasa kopi. Karena Saya seorang penikmat kopi bukan hanya peminum. Tidak sah jika tidak bisa membedakan mana kopi yang berkualitas dan yang tidak. Jika Kamu minum kopi hanya ikut-ikutan dan mengikuti trend saja. Maka Kamu belum termasuk penikmat kopi sejati.

Apa Kamu pernah nonton film “Filosofi Kopi”, Saya paling suka ketika adegan-adegan Ben (Chicco Jerikho) meracik kopi dengan lembut, menghirup aromanya, dan menyeruput dengan damai (gawat, Saya mulai ngaco nih). Seperti itulah Saya, namun tidak setiap mau bikin kopi. Bisa pegel dong, hehe.

Sekarang, ngopi itu identik dengan anak muda yang sedang nongkrong di kafe. Sudah biasa dan tidak perlu takut dicap sebagai kekolotan. Cobalah jika belum mencoba, karena banyak varian kopi jika Kamu tidak suka kopi hitam.

Akhirnya, Saya tidak mudik lebaran

sayawrt, kinds of cancer, pangalengan bandung

Hei, sudah mau lebaran aja nih, lebaran tahun 1439H. tapi gak kerasa juga yah. 29 hari sudah kita lalui. Apa sih pencapaian terbesar kamu padaramadhan tahun ini? Ngaji kah? Khatamin Al-Qur’an kah?.. so, pasti semua ada pencapaian terbesar dong. Apalagi buat anak pesantren, banyak banget
pencapaian yang harus dicapai. Salah satunya yang paling dicari itu malam lailatul qadar. Yupss.. malam yang tidak bisa ditebak dan kita hanya tahu dari tanggal ganjilnya aja.

Oke, tapi bahasan Saya disini bukan itu kok, tapi soal mudik. Kenapa sih lebaran harus mudik? Hehe, kalo Saya bilang lebaran gak harus mudik pasti banyak yang kontra nih. Makannya Saya kasih sedikit cerita aja ya. Lebaran di pesantren identik dengan kebersamaan dan kekompakan. Biasanya ada program khusus yang harus diikuti oleh santri senior yaitu mengikuti berbagai kegiatan sampai lebaran di pesantren, jadi santri senior ini harus menetap di pesantren sampai beberapa hari syawal, dan pulang ke rumah.

Tapi bukan itu juga yang mau Saya bahas, hehe.. terus apa dong. Kok bukan itu terus ya. Jadi, lebaran itu identik dengan mudik atau pulang kampung. Nah, bukan Cuma mudik aja tapi sebagai waktu liburan juga, pernah gak sih kita berpikir kenapa hari raya idul fitri itu jadi hari raya libur paling panjang diantara hari raya yang lain.

Saya sendiri merayakan lebaran di rumah itu tidak sering, paling selang-seling lebaran di bandung dan bogor. Karena untuk keluarga Saya lebaran tidak harus berkumpul saat itu juga, jadi tidak sakral banget seperti yang lain, tahun ini saja Saya lebaran di bogor dan tidak pulang kampung.

Jadi kamu tipe yang mana nih, apakah lebaran pulang kampung atau jarang pulang kampung?, Saya rasa pasti kamu yang pulang kampung ya. Tapi berbeda kondisi antara pekerja dan mahasiswa. Kalau mahasiswa mungkin sejauh mungkin perantauan pasti pulang kampung juga, karena gak mungkin sendiri di kota lain.

Akhirnya ikut General Training Asian Games

relawan asian games

Emm, akhirnya sudah sampai di lokasi buat General Training dan Saya masih waswas nih apakah masih bisa ikutan buat trainingnya apa gak. Hemm..


Oke, Saya ketemu juga dengan panitia pas banget di depan ruangan test, tadinya pas datang ke UMJ Saya kira lokasi buat test itu di depan tapi, perkiraan Saya salah. Saya harus jalan kaki lagi ke dalam kampus dan lokasinya seperti diujung gitu, gedung FISIP tepatnya. Apalagi tanggal 31 mei itu sudah puasa, plus haus deh. Hehe.


Setelah di depan ruangan Saya Tanya ke panitia penyelenggara, apakah Saya masih bisa buat ikutan General Training ini. Dan Saya dapat jawabannya, tapi ya begitulah. Kalau telat gimana sih, apalagi Saya telat hampir 2 jam lho. Wah, sempat kecewa dan harusnya mereka tahu kalau Saya telat itu karena gak dapet e-mail lokasi dari mereka juga. Duh, kalau gini Saya yang jadi korban dari prosedur itu. Walaupun ada aturan hukum yang harus ditaati.


Oke, Saya bisa ikut buat General Training dengan konsekuensi Saya tidak akan mendapatkan sertifikat General Training dan tidak menjadi prioritas volunteer. So, Saya kaget dan berpikir kenapa konsekuensinya harus seperti itu. Seharusnya jika peserta datang untuk mengikuti training walaupun
terlambat itu sudah membuktikan jika mereka siap dan berniat menjadi volunteer, tapi kenapa harus menerima konsekuensi tidak menjadi prioritas menjadi volunteer, yang mana artinya ini merugikan.


Bayangkan dong, sudah semangat ikut psikotest, dan NOR. Tapi pas datang terlambat saja ke General Training langsung menerima konsekuensi seperti itu, itu menurut Saya akan langsung menurunkan semangat para calon volunteer dikemudian hari. Karena mereka tahu tidak menjadi prioritas untuk menjadi volunteer.


Oke sudah cukup, point diatas Saya rasa sudah beres. Dan Saya menerima. Kembali lagi ke ruangan General Training, dikarenakan Saya telat datang dan hampir tidak bisa mengikuti materi pertama tentang “etiket”, akhirnya Saya diijinkan masuk dan mengikuti materi pertama hanya sekitar 5 menit, setelah itu selesai dan berganti materi lagi.

Oke, Saya dapat bingkisan di General Training ini. Ada bag, buku materi, name tag, pulpen, dan pin General Training. Tapi Saya tidak dapat sertifikat karena konsekuensi Saya telat.


Pada materi kedua ini tentang “pariwisata dan budaya”, yang mana lebih membahas ke pariwisata di daerah Jakarta saja serta isi materinya pun membahas tentang kota Jakarta. Hal ini karena para volunteer bukan berasal dari kota Jakarta saja, sehingga mereka harus mengetahui seluk-beluk kota
Jakarta sekaligus ibukota Negara Indonesia untuk kedepannya. Jangan sampai ditanya tentang pariwisata di Jakarta saja tahunya hanya monas, hehe. Betul kan?


Setelah materi “Pariwisata dan budaya” selesai, Kami semua istirahat dan shalat dzuhur. Untuk kemudian masuk lagi ke ruangan pada jam 13:00. Jadi untuk General Training ini memang seharian full, dari pagi jam 08:00 sampai jam 17:00.


Oke, apakah Kamu masih semangat bacanya? Harus semangat dong, biar tahu cerita menjadi seorang volunteer, siapa tahu Kamu bisa ikut merasakan hanya dengan membaca tulisan ini, hehe. Hebat banget deh.

Lanjut ke materi ketiga yaitu membahas tentang “Communication skill”. Jelas ya kalau untuk komunikasi ini lebih ke bagaimana cara berkomunikasi yang baik, cara menjadi pendengar yang baik, bagaimana sikap kita dalam berkomunikasi, dan semua tentang komunikasi ada dimateri ini. Saya
berpikir, beruntung juga dapat materi ini karena memang perlu dan harus dipelajari. Serta mengatasi hambatan penyebab komunikasi gagal dan cara berkomunikasi yang efektif. Semua ada dimateri ini.


Dan ya, ini adalah materi terakhir yang mana membahas tentang kepribadian dan lebih ke sisi psikologi seseorang itu sendiri, yaitu materi “Interpersonal skill”. Dimateri ini Kami para peserta diberikan pertanyaan, mengapa harus interpersonal skill?. Adalah; untuk memperbaiki hubungan
kerja, lingkungan kerja, keterampilan kepemimpinan, produktifitas, semua kesuksesan, disukai olehh orang lain, untuk memengaruhi orang lain, dsb. Jadi masih banyak jawabannya ya.


Materi ini ringan sekali, karena dibawakan oleh narasumber yang luar biasa pula. Namun memiliki peran yang sangat penting untuk para calon volunteer. Saya kasih tips nih ya, buat Kamu yang sedang ada masalah atau Kamu yang menjadi penengah masalah.



  • Awali pembicaraan
  • Dengarkan
  • tunjukan empati
  • tawarkan solusi
  • akhiri pembicaraan


Diatas adalah tips untuk situasi khusus atau konflik yang Saya dapatkan dimateri ini.


Oke, Saya rasa tulisannya sudah panjang sekali. Sudah dulu ya. Tinggalkan komentar jika Kamu ingin bertanya.
More »
More »